Mungkin bagi seorang pendiri atau siapapun mereka yang menciptakan sesuatu, tidak akan pernah berfikir seperti apa nantinya yang mereka dirikan atau ciptakan. Bisa jadi sama halnya apa yang terjadi dalam diri seorang Herbert Kilpin, pria asal Nottingham, Inggris kelahiran 24 Januari 1870. Pria yang pada saat itu berusia 29 tahun dan tinggal 941,3 mil jauh dari rumahnya, tidak akan pernah mengira apa yang dia mulai di tahun 1899 menjadi salah satu yang terbaik di dunia bahkan setelah 115 tahun dia dirikan. Sebuah klub olahraga yang didirikan bersama kawan rantau asal Inggris yang diberi nama Milan Cricket and Football Club.
Bagi sebagian besar dari kita, tahun 1899 akan teramat asing untuk dibicarakan. Lebih dari satu setegah dekade yang akan teramat panjang untuk diuraikan dalam artikel atau bahkan buku sekalipun. Bisa jadi tidak banyak yang tau tahun 1899 adalah tahun dimana nama Emilio Aguinaldo terpilih menjadi presiden pertama Republik Filipina. Tahun yang sama saat R.A. Kartini, pahlawan emansipasi waniti negeri ini memulai karirnya dalam menulis surat, dan tahun dimana musisi jazz legendendaris Duke Ellington pun baru dilahirkan ke dunia.
Tapi bagi para penggemar kelas berat sepakbola macam Serie A, tahun 1899 akan selalu diingat untuk sebuah kelahiran tim sepakbola, A.C.Milan. Sebuah klub yang akan banyak kita sebut dalam website ini. Sebuah klub yang (pernah) menjadi tersukses di dunia.
Kita akan mencoba menuliskan kembali seperti apa Milan dan para pemainnya. Membuka file lama tentang pertandingan-pertandingan penting, deretan pemain yang pernah bersinar, sisi lain dari Rossonerri, dan banyak hal lain yang (mungkin) akan menjawab pertanyaan kenapa kita mendukung milan dan menjadi milanisti. Seperti lirik lagu band punk rock, H20, "I’m seeing the future, but I can’t forget my roots.."
foto: https://www.google.com

0 comments:
Post a Comment